Mimpi Buruk dari Structured Settlement: Jangan Sampai Ini Terjadi pada Anda
Mimpi Buruk dari Structured Settlement: Jangan Sampai Ini Terjadi pada Anda – Kecelakaan bisa terjadi kapan saja. Malpraktik medis, meskipun sulit diterima, juga bisa terjadi. Ini hanyalah beberapa contoh bagaimana hal-hal di luar kendali Anda bisa mengubah hidup secara drastis. Sayangnya, kejadian seperti ini terjadi setiap hari. Anda mungkin tidak bisa menghindarinya, tetapi sistem hukum ada untuk membantu meringankan beban Anda di masa depan. Jika Anda menjadi korban kelalaian orang lain, segera cari pengacara yang berpengalaman dan ajukan tuntutan ke pengadilan. Biasanya, hasil dari tuntutan ini adalah “Structured Settlement”, yaitu pembayaran yang diberikan kepada Anda secara berkala sesuai kesepakatan.
Structured settlement ini diberikan dalam bentuk anuitas yang dibeli oleh pihak yang bersalah untuk membayar ganti rugi kepada Anda. Mungkin Anda bertanya, “Kenapa saya tidak bisa menerima uang ganti rugi sekaligus dalam jumlah besar?” Dalam beberapa kasus, hal itu memang bisa dilakukan, tergantung pada peraturan di tempat Anda tinggal. Namun, semakin banyak negara bagian yang mewajibkan penggunaan structured settlement.
Alasan utama dari kebijakan ini adalah untuk melindungi penerima agar tidak menghabiskan uangnya secara sembarangan, yang bisa membahayakan kondisi keuangan mereka di masa depan.
Mari kita lihat contoh nyata berikut ini.
Pada tahun 1973, Tiffany Adams lahir di Memphis dengan kerusakan otak parah yang diduga akibat kelalaian dokternya. Orang tuanya menggugat dokter tersebut atas kasus malpraktik dan memenangkan ganti rugi sebesar $250.000 yang diberikan dalam satu kali pembayaran.
Pengacara keluarga menyarankan agar uang tersebut diinvestasikan untuk memastikan Tiffany bisa mendapatkan dukungan finansial sepanjang hidupnya.
Sayangnya, kisah ini bukanlah kisah sukses.
Orang tua Tiffany justru menggunakan uang tersebut untuk bisnis ayahnya. Dalam waktu sekitar 10 tahun, uang yang seharusnya digunakan untuk merawat Tiffany habis begitu saja.
Beberapa tahun kemudian, orang tua Tiffany bercerai, dan Tiffany tidak menerima tunjangan apa pun. Keadaan semakin buruk ketika pada tahun 1987 Tiffany mengalami kecelakaan dengan kursi rodanya, yang menyebabkan cedera parah di wajahnya. Keluarga Tiffany kembali menggugat perusahaan kursi roda dan memenangkan kasusnya.
Namun, kali ini ibunya tidak mau mengulangi kesalahan yang sama. Ia memilih structured settlement untuk pembayaran ganti rugi, sehingga uang tersebut bisa digunakan dengan bijak dan memastikan Tiffany tetap mendapatkan perawatan tanpa risiko uangnya dihamburkan.
Kecelakaan dan malpraktik memang tidak bisa kita kendalikan. Tapi bagaimana kita mengelola uang ganti rugi yang kita terima, itu ada di tangan kita.
Jadilah orang yang bijak dan berwawasan luas.
Lindungi diri Anda dan keluarga dengan mencari tahu lebih banyak tentang structured settlement dan anuitas structured settlement.